Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

#06

Dia sedang banyak berpikir. Kurasa usianya kini sudah cukup dewasa, lagi-lagi tentang pendamping hidup. Kurasa percintaannya yang sangat sangat rumit ini membuat otaknya banyak bekerja. Dia bukan lagi anak kecil yang dilarang untuk memberikan hati ataupun salah dalam menerimanya. Karena sekarang, saatnya dia memilih, menentukan pilihan. Semuanya dia sayangi.. Semua menyayanginya, sehingga tak ada yang mau dia terluka. Kehidupan yang indah, layak dan 'lebih' patut dia dapati. Jika dipikir-pikir hidup sepertinya menjadi sia-sia jika pikirannya hanya banyak dihabiskan tentang persoalan percintaan. Tapi.... Itulah kerumitan cinta yang masih dia lalui dan dia pikirkan. Aaah. Sepertinya ini sangat menghabiskan waktu dalam perjalanan hidup di usianya. Banyak hal positif harus dipikirkan dan direncanakan untuk mencapai goals kedepan. Ya Tuhan, kenapa orangtuanya tak bisa mendukungnya dengan persoalan itu..? Setidaknya ajak bicara baik-baik dan dengarkan kesempatan. Aku pikir hal itu...

#05

Menarik diri, tenggelam tertelan dalam rumah, dalam kamar__dia suka begitu__katanya lebih tenang mengecap waktu bersama dirinya sendiri. Melakukan segala apapun tanpa campur tangan dan interaksi yang sekiranya membangun emosi. Walau terkadang emosi dalam diri muncul begitu saja tanpa permisi. Dia biasanya langsung meluapkannya dengan tangis, yang hanya diketahui Tuhan.  Kalian tahu? Aku bingung melihat sikap nya saat ini, sangat tidak berdasar. Dia melakukan segala sesuatu atas kehendak dan kemauan sendiri, tak peduli sekitar mengatur apa , tak peduli sekitar berkata apa, dia hanya melakukan sesuatu atas kemauannya sendiri. Mengapa dia menjadi sosok  seperti orang egois?  hmmm trrnyata dia merasa harus menyayangi dirinya sendiri sehingga kebahagiaan bisa muncul didalamnya. Dia lelah tertekan dengan sekitar, maka dari itu dia lebih suka jika tidak berdekatan terus menerus setiap hari dengan orang-orang. Karena dia hidup menjalani aktifitas selalu dengan drama, hanya keti...

#04

Berdiri sendiri mengecap alam, merasakan tatapan Tuhan. Dia suka melakukan itu. Hidup ini dijalani bersama dengan orang-orang buatan Tuhan. Dulu dia pemalu, penakut, tak berani mengambil resiko. Tapi saat ini seiring berkembangnya usia, sepertinya dia belajar dari semuanya. Dia sudah terbiasa berdiri sendiri,berinteraksi dengan sekitar juga bukan lagi menjadi suatu hal yang menakutkan, toh kita semua sama-sama punya keluarga, sama-sama makan nasi, dan sama-sama memiliki kehidupan informal dibalik drama sebuah ke formalan. Dia merasa senang sendiri karena memang sudah terbiasa sendiri menjalani aktifitas. Walau disekitar banyak orang-orang yang menyayanginya dan hidup bersamanya, seperti keluarga, teman, sahabat dan.... Lelaki yang bersembunyi dalam kehidupannya--hanya Tuhan yang tahu nasib kedepan hub itu--tapi so far.. Dia merasa sendiri dan hanya menempel dengan Tuhan yang mendampingi. Oke, hmm sepertinya hanya itu yang ingin aku sampaikan untuk saat ini. Semoga dia terus berba...