#11
Ku lihat dia memang bahagia, pancaran baru, sinar baru yg terpancar darinya. Semua sudah agak lebih tenang ia hadapi dan ia jalani, tapi... Kembali ada tapi, masih terjanggal dalam lubuk hatinya. Dia merasakan masih sepi, diantara keramaian kehidupan sekitarnya. Ketika orang sudah melangkah kedepan beberapa langkah, dia selalu merasa tertinggal dibelakang, dia sadar, dia sangat tahu.. Selalu begitu. Rasa rasanya keberuntungan memang tidak bersabat dengannya. Pekerjaan, persahabatan, percintaan, dan lain sebagainya. Aku tau, dia merasakan sprti itu dn aku tahu bukan maksut dia mau mengeluh, dan bukan maksut berkomentar ketika aku melihat hidupnya yg terlihat seperti itu, tapi, ia berusaha membuatnya menjadi perasaan lewat yg dimengerti. Saat ini dia masih nyaman dengan sendirinya mengecap alam, merasakan tatapan Tuhan. Berbincang dr hati ke hati hanya berdua denga...