Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

Bertukar nama*curahan hati seorang RISA (Short Story)

Loli sedang bermain kemah-kemahan didepan pekarangan. aku duduk sambil mendengarkan musik pada headsetku. sore yang menyenangkan selepas lelah setelah pulang sekolah. senang rasanya bersantai di rumah seperti ini. tiba-tiba boneka beruang kecil meluncur kearahku, Loli sengaja melemparnya kearahku dan dengan menyebalkan memintanya kembali padaku. karena suasana hatiku sedang tenang akupun berdiri menghampiri dan memberikan boneka itu padanya. ketika aku ingin berbalik, aku melihat cowok tetangga sebelah berjalan masuk kepekarangan rumahnya. dengan percaya diri aku pun menyapanya,  "Hai,, wajahmu kusut sekali?"  nggak ada respon darinya, dia hanya sempat melirik dingin tanpa sepatah kata pun. kembali aku memanggilnya agar dia meresponku, "Hey, kau nggak dengar aku?" kembali datar tak ada balasan. sombong sekali kataku pelan. "sory, hari ini benar-benar hari yang kacau buatku. aku hanya lagi nggak fokus saja". akhirnya dia meresponku. kami berbincang s...

Forget it !*curahan hati seorang RISA (Short Story)

Kenyataan yang paling menyakitkan adalah ketika kita mencoba untuk tidak memperdulikan orang lain karena dia tidak perduli, dan setelah kita melakukan itu, ternyata dia semakain nggak perduli.  dia nggak menghubungiku lagi, kenapa sih aku selalu melirik ponselku seakan menunggu ponsel itu berdering dan berharap dia meng SMS atau menghubungi? aku nggak mau menghubunginya terlebih dulu, dia seorang cowok! jika dia benar-benar sayang dia akan menghubungiku duluan.*kata-kata melowku. ok, tadi sore akhirnya aku mengirim SMS untuknya, aku memutuskan untuk menyudahi semuanya. samar-samar aku tahu dia nggak setuju dengan keputusanku yang begitu cepat. dia pikir aku lagi kerasukan atau apa? karena dia membalas SMS ku dan berkata.. "Yakin?" aku merasa direndahkan, seolah-olah aku membuat keputusan itu hanya untuk menggertaknya agar dia mau mengejarku lagi. TIDAK! nggak sama sekali, aku benar-benar emosi. *lebih tepat lagi kalau aku merasa sedih sekarang, gara-gara apapun.  aku yakin l...

Hari yang membingungkan*curahan hati seorang RISA (Short Story)

Ketika terbangun dari tidur, aku mengecek ponselku  yang sejak semalam tak berdering sedikitpun. aku bertanya pada diriku sendiri? sedang menunggu apa aku? dia nggak akan menghubungimu. baru kemarin dia membentakmu, tidak memperdulikanmu dan kini dia menjauhimu, kemudian nanti dia akan meninggalkanmu segera. aku nggak mau selalu picisan. sudah cukup kemarin mataku bengap karena tangisan pecundangku. sekarang aku akan mengikhlaskan semuanya. nggak perduli apa yang terjadi dan akan terjadi setelahnya, I'm ready now, shall ready ! aku harus kembali bangkit dan menjalani hari-hariku sendiri, Tuhan selalu bersamaku. aku yakin aku akan menjadi pribadi baru yang lebih baik. aku coba meyakini itu. aku nggak mau berharap terlalu banyak sama dia. Tapi hari ini kenapa begitu sepi ya? dihari libur seperti ini biasanya ibu membangunkanku tepat jam 9 pagi. tapi kenapa sudah lewat pukul 10 keadaan sepi-sepi saja. dengan segera aku beringsut dari depan laptopku. turun kelantai dasar dan melongok ...

Terlalu Picisan*curahan hati seorang RISA (Short Story)

Aku Risa, dalam pengalaman hidup dari kecil hingga umurku 18 tahun ini aku tak pernah merasakan yang namanya "Pacaran" layaknya pemuda pemudi jaman sekarang. kenapa? karena aku nggak begitu cantik, mungkin? sosialisasiku buruk, aku begitu merasa canggung dan nggak nyambung apabila bergaul atau mengobrol terlalu lama dengan cowok. dalam hal cinta bisa dikatakan aku payah, tapi dalam hal bernyanyi dan bermain musik akulah jagonya. selama ini teman-temanku banyak bercerita mengenai masalah hidupnya padaku. aku juga nggak ngerti kenapa mereka mempercayakan aku untuk bercerita mengenai masalh hidup mereka. kalian tahu? terutama dalam urusan pasangan mereka. padahal aku nggak pernah merasakan yang namanya punya pasangan. tapi setiap teman-temanku ada masalah dengan pacarnya pasti mereka meluap-luapkannya padaku. ajaibnya aku seolah menjadi seorang yang ahli dalam bidang psikologi. ketika mereka curhat, aku mendengarkannya dengan baik. menatapnya serius, mendengarkan. lalu disela-se...