Bertukar nama*curahan hati seorang RISA (Short Story)
Loli sedang bermain kemah-kemahan didepan pekarangan. aku duduk sambil mendengarkan musik pada headsetku. sore yang menyenangkan selepas lelah setelah pulang sekolah. senang rasanya bersantai di rumah seperti ini. tiba-tiba boneka beruang kecil meluncur kearahku, Loli sengaja melemparnya kearahku dan dengan menyebalkan memintanya kembali padaku. karena suasana hatiku sedang tenang akupun berdiri menghampiri dan memberikan boneka itu padanya. ketika aku ingin berbalik, aku melihat cowok tetangga sebelah berjalan masuk kepekarangan rumahnya. dengan percaya diri aku pun menyapanya,
"Hai,, wajahmu kusut sekali?" nggak ada respon darinya, dia hanya sempat melirik dingin tanpa sepatah kata pun. kembali aku memanggilnya agar dia meresponku, "Hey, kau nggak dengar aku?" kembali datar tak ada balasan. sombong sekali kataku pelan.
"sory, hari ini benar-benar hari yang kacau buatku. aku hanya lagi nggak fokus saja". akhirnya dia meresponku.
kami berbincang sebentar, ternyata dia sosok cowok yang baik, hangat, dan.. walaupun perangainya sedikit terlihat dingin. tapi setelah aku mengobrol dengannya kami langsung cocok jadi seorang teman. lalu kami bertukar nama . Andreas, namanya adalah Andreas. ketika kami sedang asik berbincang dengan dibatasi tembok halaman. adiknya Billy datang menggoda kami. Andreas memarahi nya sebelum adiknya lebih kelewatan. dia sempat meyakinkanku kalau adiknya memang seperti itu, iseng. aku hanya bisa tersenyum karena sebenarnya aku menikmati ledekan Billy kepada Andreas. ya Tuhan, baru kali ini aku bisa dekat dengan seorang cowok dengan mudahnya, ditambah lagi dia adalah tetanggaku. dengan cepat, kegalauanku lenyap setelah kedatangannya. *baguslah.
sayangnya hanya berselang beberapa menit saja kami mengobrol. ibu memanggilku agar segera masuk untuk membantunya di dapur. dengan berat hati aku meminta izin kepada Andreas untuk menghentikan obrolan kami. sebelum aku masuk, aku menawarkannya untuk main kerumah, dan dia menyetujui--tapi tentu saja lain kali jika ada waktu senggang. kami pun berpisah, dan sepanjang hari hingga malam ini aku menulis blog, wajahku terus berseri-seri. Loli sempat mengejekku karena aku seperti orang stres katanya. aku nggak perduli.. nggak ada yang mengerti perasaanku sedang senang.
Senang sekali punya tetangga baru ^.^
SELAMAT MENIKMATI :D
kami berbincang sebentar, ternyata dia sosok cowok yang baik, hangat, dan.. walaupun perangainya sedikit terlihat dingin. tapi setelah aku mengobrol dengannya kami langsung cocok jadi seorang teman. lalu kami bertukar nama . Andreas, namanya adalah Andreas. ketika kami sedang asik berbincang dengan dibatasi tembok halaman. adiknya Billy datang menggoda kami. Andreas memarahi nya sebelum adiknya lebih kelewatan. dia sempat meyakinkanku kalau adiknya memang seperti itu, iseng. aku hanya bisa tersenyum karena sebenarnya aku menikmati ledekan Billy kepada Andreas. ya Tuhan, baru kali ini aku bisa dekat dengan seorang cowok dengan mudahnya, ditambah lagi dia adalah tetanggaku. dengan cepat, kegalauanku lenyap setelah kedatangannya. *baguslah.
sayangnya hanya berselang beberapa menit saja kami mengobrol. ibu memanggilku agar segera masuk untuk membantunya di dapur. dengan berat hati aku meminta izin kepada Andreas untuk menghentikan obrolan kami. sebelum aku masuk, aku menawarkannya untuk main kerumah, dan dia menyetujui--tapi tentu saja lain kali jika ada waktu senggang. kami pun berpisah, dan sepanjang hari hingga malam ini aku menulis blog, wajahku terus berseri-seri. Loli sempat mengejekku karena aku seperti orang stres katanya. aku nggak perduli.. nggak ada yang mengerti perasaanku sedang senang.
Senang sekali punya tetangga baru ^.^
SELAMAT MENIKMATI :D
Komentar
Posting Komentar