Ingin Tahu Saja *curahan hati seorang RISA (Short Story)

hari ini aku nggak bertemu dengan andreas. padahal kelas kami bersebelahan. ketika aku sedang bersama Petri beserta teman-teman yang lain, mataku curi-curi pandang ke sisi-sisi kantin. tapi aku tidak melihatnya. entah, kemana dia. padahal baru 2 hari ini dia masuk ke sekolah barunya. setelah itu, aku mulai tidak mencari hingga pulang sekolah. ternyata..... kau tahu? ketika aku berjalan hendak masuk rumah sepulang sekolah, terlihat Andreas sedang duduk sambil membaca buku di teras rumahnya. cepat sekali dia pulang? dia lebih dulu pulang atau aku? karena hari ini pun aku pulang lebih awal daripada biasanya. pikirku dalam hati. tanpa berlama-lama, aku langsung memanggilnya dari balik sekat tembok rumah--aku senang sekali melihatnya. 
"Andreas! kau pulang lebih awal?"
"hai Ris, aku nggak masuk hari ini."
"oh..."
apakah salah jika aku meneruskan kalimat pertanyaanku. karena sebenarnya aku ingin sekali tahu mengapa dia bisa nggak masuk, atau tidak usah ku tanyakan? karena sepertinya itu akan kurang baik--kalau Andreas tidak suka bagaimana?--dan sepertinya hal itu terlalu ingin tahu urusan orang lain. tapi saat itu aku sangat ingin tahuuuu >.< 
"mengapa kau nggak masuk?" 
lalu Andreas bilang kalau ibunya pergi ke kota sebrang untuk menyelesaikan perceraian dengan ayahnya. Billy--adiknya--sedang demam dan Andreas menjaga Billy karena tidak ada yang menjaganya. lama kelamaan kami jadi melupakan kepentingan yang lain. ibu memanggil ku ketika ke luar, ibu menyuruhku mengajari Loli belajar, dan asik nya lagi.... ibu menawarkan Andreas untuk mampir ke rumah. wow, aku ingin memeluk dan menciumnya langsung saat itu karena merasa berterima kasih mengizinkan Andreas untuk main kerumah. ^^ tapi saat itu tentu saja dia menolak, yah, aku mengerti... Billy sedang demam dan tak bisa ditinggal. 

NB: Andreas suatu saat nanti akan main kerumah. :)


SELAMAT MENIKMATI :D

Komentar