laptop pinjaman *curahan hati seorang RISA (Short Story)

Hai kalian. sudah lamaaaaa sekali aku enggak posting diblog. laptop ku  hilang! dan aku harus membujuk ibu agar mau membelikanku laptop baru. ya, kalau aku punya banyak uang--jangankan banyak uang--kalau aku punya uang sendiri aku pasti sudah membelinya sendiri. hufff sayang sekali dompetku benar-benar hanya terisi uang 3 lembar, warna biru satu dan yang lainnya berwarna ungu (kalian pikir saja sendiri) padahal keperluan yang aku butuhkan sangat banyak 
1. untuk tugas-tugas sekolah 
2. keperluan pribadi ku sebagai wanita, dan 
3. keinginan-keinginanku yang lain.
 AAARKKHH bagaimana aku bisa mendapatkan uang saat ini juga! aku benar-benar sangat membutuhkannya. 
eh, sepertinya ide ku baru bangun dari tidur :p ...hmmm kerja. "aku harus kerja mencari uang" entah ini suruhan pernyataan yang muncul dari otakku atau pertanyaan yang berasal dari hati nurani ku. 
oke, masalah itu kita pikirkan nanti. 

saat ini aku lagi di kantin sekolah dan meminjam laptop Petri untuk melanjutkan blog ku lagi. aku pikir blog ku sudah tertutup sarang laba-laba, sampai tak bisa lagi terbaca tulisan-tulisanku sebelumnya. setelah aku cek ternyata masih baik-baik saja ^.^ lalu aku baca ulang tulisanku dari awal. menarik juga :D 

Hei! kau tahu, aku jadi ingat si "dia" yang pernah aku ceritakan ditulisanku sebelum-sebelumnya. hmm apa aku harus bilang ya.... pokonya ada sesuatu yang membuatku bahagia menyangkut dirinya. bingung juga sih, kenapa aku bahagia? padahal aku sangat membencinya. hmm 0_0
selama aku engga ngeblog, "dia" sempat ngajak aku balikan loh. setelah sekian lama ponselku engga ada kehidupan tentang dirinya. tiba-tiba saat aku sedang bermain bareng Andreas di depan rumah. ada no baru menelfon.
"Halo"
"......."
"Halo, siapa disana?"
"benarkah ini Risa?"
"ya, benar. siapa ini??"
"aku.....(Apa aku harus menuliskan nama aslinya?!)  baik, aku tuliskan. "aku, Ray. aku merindukanmu Ris."

kau tahu, saat itu aku benar-benar tercekat dan nyaris pingsan. seolah dengan seketika waktu berhenti berdetak selama 3 detik. aku terbengong-bengong kaget. muncul perasaan aneh tak terduga. rasanyaaa bunga-bunga muncul dibelakangku. tapi.... hatiku juga janggal, seperti ada dinding pemisah yang menyekatku dengan tekanan tinggi. 

"Ray?! hai! aku... sedang sibuk. nanti lagi ya." klik! 
dan yang ku lakukan adalah menutup telpon setelah beberapa kata alasan sebagai tanda tidak keterimaanku berbicara dengannya lebih lanjut. jujur, aku tidak kuat untuk berbicara dengannya.
Andreas menatapku, bertanya ada apa dengan penuh kebingungan. dia bilang wajahku aneh. apakah aku baru menerima telpon dari seorang psikopat atau penjahat, sampai raut wajahku biru begitu. sepertinya kecurigaannya yang pertama itu benar, hehe aku hanya bilang padanya engga apa apa, barusan teman lama menelpon. lalu aku langsung pamit untuk masuk ke dalam rumah. dan bodohnya aku meninggalkan Andreas begitu saja diteras. saat itu pikiranku benar-benar campur aduk, sepertinya lagi-lagi aku galau. aku langsung menuju ke atas. masuk kamar dan menangis dikasur. oh, aku teringat dia kembali dan merindukannya juga. tapi aku juga membencinya.

terlihat pesan masuk dari arah ponsel yang ku letakan didepanku. terpampang tulisan "miss you so much, aku masih menyayangimu Ris"
aku balas pesan darinya " jangan hubungi aku lagi Ray, ku mohon" kemudian kartu perdana ku keluarkan dari dalam ponsel dan kupatahkan seketika. aku enggak mau dia menghubungiku lagi. hingga detik ini.. aku bisa move on dan bahagia tanpa nya :)

Ini sedikit cerita selama aku engga ngeblog.

NB:  ngomong-ngomong Petri udah cerewet mau pakai laptopnya. sepertinya aku keasikan ngetik sampai lupa kalau pakai laptop pinjaman, hehe 


SELAMAT MENIKMATI :D

Komentar