Reaksi Aneh *Curahan Hati Seorang RISA (Short Story)
Tak terasa saat ini sudah tahun 2014 saja. kini aku naik kelas dari kelas 2 ke kelas 3. banyak hal baru yang ku lalui di kelas baru beberapa minggu ini. dari mulai teman-temannya yang asik dan adapula yang menyebalkan. gurunya juga unik-unik, guru di tingkat kelas 3 memang berbeda ketika di tingkat kelas 2. ada dua siswi menyebalkan di kelasku, yang satu bernama Leona dan satunya lagi bernama Pirci. mereka sahabat karib, duduk bersebelahan dan suka berdandan. tuhan! mereka berdua juga sangat genit terhadap laki-laki yang sekiranya tampan menurut para wanita--terutama di sekolah. sepertinya diantara mereka berdua ketuanya adalah Leona, sebab ia memiliki sifat berani dan maunya selalu memimpin. suatu ketika di hari pertama kami duduk di kelas 3 dengan percaya diri Leona menunjuk menawarkan diri sebagai ketua kelas, tapi bu Irni selaku wali kelas kami ingin ketua kelas di kelasnya adalah seorang laki-laki agar bisa cekatan. disitu Leona tidak terima dengan penolakan bu Irni terhadapnya menjadi ketua kelas. ia menghujani bu Irni dengan serangkaian nasihat dan kata-kata demokratisnya demi memperjuangkan keinginannya menjadi ketua kelas. pada saat itu aku benar-benar muak dengan dirinya. ya hasil akhirnya ia tetap harus menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa menjadi ketua kelas dengan sikapnya yang sombong seperti itu. Leona memancarkan tampang murka setelahnya, haha yang menurutku adalah sesuatu penunjukkan mimik yang sangat konyol. mukanya berubah warna menjadi pink, hidungnya membesar kembang kempis karena kesal, bibirnya yang tipis mengkilat karena dipakaikan lipgloss terlihat maju karena cemberut. mukanya yang bulat dan pipinya yang chubby membuat dia tampak seperti babi betina. hahaha
Aku juga pernah kena semprot olehnya. ketika di kelas sastra aku mendapat nilai A+ dari pak Morisan. aku memang suka merangkai kata membuat puisi. di kelas pak morisan seluruh murid di tugaskan membuat puisi bertema CINTA, kemudian wajib di bacakan di depan kelas. beberapa anak maju untuk membacakan hasil puisi mereka, pada pertengahan Leona maju dan mendapati kekaguman pak morisan terhadap puisi buatannya. dari depan kelas menuju bangkunya Leona mengangkat dagu setinggi Monas kurasa, dengan bangga ia berjalan sombong menuju kursinya. kemudian di susul Pirci maju ke depan kelas, hasil puisinya kurang mempesona aku dan pak morissan, sepertinya murid sekelas juga kurang antusias dengan hasil puisinya. lalu aku menyusul terakhir, setelah aku mengakhiri bacaan puisiku, pak Morisan memberikan tepuk tangan penghargaan, seluruh kelas pun ikut bersorak sorai bertepuk tangan. pak morisan memuji hasil karya ku dan langsung memberiku nilai A+ di saksikan semua murid sekelas. kau tahu? tanpa di duga lagi-lagi Leona meledak. ia memojokkan aku... ia mengarang cerita bahwa aku mencontek karya sastra tokoh terkenal. beberapa detik aku menatapnya menyemprotku dengan kata-kata bualan, seketika kau merasa panas dan kesal. percaya atau tidak, spontan aku menghambur kearahnya lalu kemudian menamparnya. alhasil dua wanita berkelahi di tengah-tengah kelas sastra. aku sempat tak percaya kami melakukan hal itu, 2 minggu berjalan baik hingga sekarang. karena kelas ku dan Leona kini terpisah. bagus. ;)
Sepulang sekolah tadi aku melihat Andreas sedang mengobrol dengan seorang wanita sambil jalan di pekarangan sekolah. tiba-tiba di bagian perutku seperti mengejang dan sulit bernapas. aku bertanya-tanya siapa wanita itu? di terlihat asing, sepertinya bukan siswi di sekolah. karena perutku terus-terusan merasa ketegangan yang aneh ketika melihat Andreas sedang bersamanya. lantas ku alihkan pandangan dengan terus berusaha melupakan kejadian barusan. akan aku tanyakan padanya nanti setela sampai dirumah jika bertemu dengannya. tapi sayang sampai saat ini aku belum melihatnya lagi di rumah. hingga aku tersadar reaksi apa yang aku timbulkan pada saat aku melihat Andreas tengah mengobrol dengan wanita itu? aneh.
Aku juga pernah kena semprot olehnya. ketika di kelas sastra aku mendapat nilai A+ dari pak Morisan. aku memang suka merangkai kata membuat puisi. di kelas pak morisan seluruh murid di tugaskan membuat puisi bertema CINTA, kemudian wajib di bacakan di depan kelas. beberapa anak maju untuk membacakan hasil puisi mereka, pada pertengahan Leona maju dan mendapati kekaguman pak morisan terhadap puisi buatannya. dari depan kelas menuju bangkunya Leona mengangkat dagu setinggi Monas kurasa, dengan bangga ia berjalan sombong menuju kursinya. kemudian di susul Pirci maju ke depan kelas, hasil puisinya kurang mempesona aku dan pak morissan, sepertinya murid sekelas juga kurang antusias dengan hasil puisinya. lalu aku menyusul terakhir, setelah aku mengakhiri bacaan puisiku, pak Morisan memberikan tepuk tangan penghargaan, seluruh kelas pun ikut bersorak sorai bertepuk tangan. pak morisan memuji hasil karya ku dan langsung memberiku nilai A+ di saksikan semua murid sekelas. kau tahu? tanpa di duga lagi-lagi Leona meledak. ia memojokkan aku... ia mengarang cerita bahwa aku mencontek karya sastra tokoh terkenal. beberapa detik aku menatapnya menyemprotku dengan kata-kata bualan, seketika kau merasa panas dan kesal. percaya atau tidak, spontan aku menghambur kearahnya lalu kemudian menamparnya. alhasil dua wanita berkelahi di tengah-tengah kelas sastra. aku sempat tak percaya kami melakukan hal itu, 2 minggu berjalan baik hingga sekarang. karena kelas ku dan Leona kini terpisah. bagus. ;)
Sepulang sekolah tadi aku melihat Andreas sedang mengobrol dengan seorang wanita sambil jalan di pekarangan sekolah. tiba-tiba di bagian perutku seperti mengejang dan sulit bernapas. aku bertanya-tanya siapa wanita itu? di terlihat asing, sepertinya bukan siswi di sekolah. karena perutku terus-terusan merasa ketegangan yang aneh ketika melihat Andreas sedang bersamanya. lantas ku alihkan pandangan dengan terus berusaha melupakan kejadian barusan. akan aku tanyakan padanya nanti setela sampai dirumah jika bertemu dengannya. tapi sayang sampai saat ini aku belum melihatnya lagi di rumah. hingga aku tersadar reaksi apa yang aku timbulkan pada saat aku melihat Andreas tengah mengobrol dengan wanita itu? aneh.
NB: aku tak mau berlarut. lebih baik aku melanjutkan membaca novel yang baru ku beli kemarin.
SELAMAT MENIKMATI :))
Komentar
Posting Komentar