Terbayang Andreas dan Sangat benci Ray *Curahan Hati Seorang RISA (Short Story)

M E N Y E B A L K A N!
Yup, satu kata dari sebelas huruf telah menguasai hati ku saat ini, ya ampun, bahkan moodku benar-benar hilang. kau tahu kenapa? karena aku telah mempermalukan diri sendiri  di hadapan 50 orang wajah di dalam kelas termasuk guruku.Iini akibat pikiranku terus memutar bayangan Andreas yang tampan dan misterius, oh tuhan, belakangan ini dia seperti aktor utama di pikiranku, seolah aku terjebak di dalamnya. Padahal dia tetanggaku, kami sering bertegur sapa jika bertemu di pekarangan, kami suka sedikit bercakap-cakap jika betemu di sekolah, yeah, walaupun kami tak sering mengabiskan waktu bersama... sepertinya tanpa aku sadari--walau sedikit menyadari juga--aku merasa tengah mengagumi dirinya. Aku bahkan merasa sangat grogi jika dia menampakan diri di pekarangan rumahnya, antara ingin mengobrol atau menyapa saja, tapi pasti aku hanya berhasil untuk sekedar menyapa. dia tipe cowok yang benar-benar cuek, dingin dan misterius. Aku suka itu! 

kembali ke cerita awal--ketika wajah tampan itu tengah berputar, melayang lembut di kepala hingga menarikku jauh kedalamnya, terdengar suara tengah memanggil-manggil namaku beberapakali lantaran aku tak segera sadar dari dunia khayal. Sesaat aku tersadar dan menoleh ke arah bu Elli dan  keseluruh ruamgan di kelas, semua mata tertuju padaku. Ketika itu aku sangat grogi dan merasa malu. bu elli bukan sosok yang ramah jika mendapati ada murid yang melamun atau tidak mendengarkan pelajaran di kelasnya. Akibat dari itu aku disuruhnya maju kedepan kelas dan disuruhnyalah aku mengerjakan soal yang ia jelaskan tadi di papan tulis. Alhasil otakku blank! karena sejak awal ia menjelaskan hanya Andreas yang masuk ke alam bawah sadar.Sselama 10 menit aku menatap soal di papan tulis itu, kemudian aku menyerah dan mengembalikan kapur ke bu Elli. Ia sangat geram, wajahnya merah padam. Setelah peristiwa itu bu Elli memutuskan mengalungkan tulisan di leherku bertuliskan BODOH! TIDAK MEMPERHATIKAN! seisi kelas menertawakan , 20 menit lamanya bu Elli menguliahi anak-anak dikelas agar tidak seperti aku. 

oke, jadi siapa yang kertalulan?! bu Elli atau aku? atau....... Andreas? sedang apa dia di kepalaku saat aku sedang belajar tadi siang? mengapa dia--Andreas--ada disitu?! pulang sekolah aku langsung balik, tanpa menoleh ke arah manapun, arah mataku lurus kedepan dan tertunduk. aku sedang enggak mau berinteraksi dengan siapapun. 
sesampainya dirumah, aku melihat Billy--adik Andreas--sedang bermain dengan adikku, Loly. aku lihat kearah rumah Andreas, dari luar tak ada tanda-tanda kehidupan. ya, ampun, aku benaa-benar berharap ketika aku melihat ke arah rumahnya penglihatanku menangkap sosok pria yang aku harapkan--aku enggak berani sebut namanyaaaaaaa--tapi ya.... kosong, enggak ada siapa-siapa saat itu. kemudian aku masuk ke pekarangan rumah, niatnya enggak mau menegur Billy dan bertanya apa-apa, tapi takdir berkata lain. 
"Hai, Billy... sedang main, huh? Andreas apa kabar, sudah lama aku tak melihatnya?" saat berkata begitu wajahku terlihat sumringah, ku perlihatkan gigi-gigiku, mimik wajahku berusaha kubuat agar terlihat wajar.
"Dia ada dirumah, sedang main laptop. aku ingin mengajaknya main, tapi dia sedang sibuk katanya. jadi aku kemari."
dan ternyata dia ada dirumah. Dengan tetap mempertahankan mimik wajah lalu aku masuk ke dalam rumah. 

aaaahhh Andreas ada dirumah. aku ingin sekali mengajaknya hang out, atau sekedar mampir kerumah dan melihat aku sedang membantu ibu di dapur atau beres-beres rumah, sekedar memberikan nilai plus diriku dimatanya, mungkin. enggak salah kan? 

hmm, sudahlah, aku sangat terbayang akan dirinya mungkin karena aku sedang butuh seseorang dihidupku--bukan pelarian karena Ray--tapi aku hanya tidak ingin lama sendiri. Aku masih merasa bodoh dan sangat bodoh jika ingat perilaku oonku sebagai wanita terhadap lelaki jahat enggak berperasaan yang pengecut dan brengsek bernama Ray itu. apa aku harus cerita tentangnya lagi? argkk aku malu menceritakan kebodohanku dengannya. 

(Maaf kalau aku berkata kasar)
ya ampun, aku ingin sekali menjambak dan meninjunya sekali saja. 


 NB : aku benci Ray, dia sangat menyebalkan.



selamat menikmati :D
         

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#19

#20