PROLOG PENULIS

hai, aku penulis dari cerita-cerita sebelumnya di blog ini, kali ini aku enggak menulis kelanjutan dari cerita fiksi itu, rasanya sekarang mulai merasa agak sibuk dengan hari-hari yang aku jalani. dunia fiksi yang dulunya sempat aku habiskan diwaktu senggang sepertinya sekarang tak lagi menjadi sesuatu yang harusnya aku buat. memang dari awal aku berniat mengembangkan hobi dan kesenanganku di dunia fiksi dengan menuangkan ide-ide imajinatif lewat sebuah blog, tujuannya bukan untuk dibaca orang-orang sih, tapi hanya sekedar mengungkapkan hal-hal imajinatif yang ada di kepala ke wadah umum, dibaca sukur enggak ada yang baca ya sudah enggak masalah, hehe 

blog ini bukan sebuah diary pribadi, bukan juga social media yang terdapat tempat untuk menuangkan keluh kesah di update-tan status. jadi, aku berfikir rasanya kurang pantas jika "secara jelas dan blak-blakan" cerita tentang keseharian atau berkeluh kesah dengan panjang menjelaskan cerita pribadi kita--"secara jelas dan blak-blakan". that's the point.

hari ini pada suasana dimana aku sedang ingin bercerita  tentang seseorang. disini aku sebagai pengamat, pengamat dari perjalanan seseorang yang begitu dekat sosoknya. bukan, bukan bermaksut 
untuk ngomongin orang lain, ini berbeda dari itu. tetapi disini aku akan bercerita seakan-akan aku masuk ke dunianya sehingga seolah-olah kalian melihat sosok itu nyata, "dia" sebagai subjek yang akan aku fokuskan sebagai peran utama.oke, awal paragraf memang aku bilang sudah bukan bagian dari fiksi. tapi kali ini berbeda, banyak ungkapan-unkapan menggantung dengan penjelasan hidup yang membangun. bukan fiksi, bukan juga nyata. 

aku akan mulai bercerita besok, sampai aku benar-benar siap bercerita tentang sosok tersembunyi itu. blog ini akan dipenuhi dengan cerita baru.  

terima kasih 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#19

#20