#11
Ku lihat dia memang bahagia, pancaran baru, sinar baru yg terpancar darinya. Semua sudah agak lebih tenang ia hadapi dan ia jalani, tapi... Kembali ada tapi, masih terjanggal dalam lubuk hatinya. Dia merasakan masih sepi, diantara keramaian kehidupan sekitarnya. Ketika orang sudah melangkah kedepan beberapa langkah, dia selalu merasa tertinggal dibelakang, dia sadar, dia sangat tahu.. Selalu begitu. Rasa rasanya keberuntungan memang tidak bersabat dengannya. Pekerjaan, persahabatan, percintaan, dan lain sebagainya. Aku tau, dia merasakan sprti itu dn aku tahu bukan maksut dia mau mengeluh, dan bukan maksut berkomentar ketika aku melihat hidupnya yg terlihat seperti itu, tapi, ia berusaha membuatnya menjadi perasaan lewat yg dimengerti. Saat ini dia masih nyaman dengan sendirinya mengecap alam, merasakan tatapan Tuhan. Berbincang dr hati ke hati hanya berdua dengan Tuhan, karena pada dasarnya hanya Tuhanlah yg mengerti akan hati, harapan, pikiran, keinginan yg sulit diutarakan. Tiba-tiba butiran air jatuh dr matanya... Atas apa yg secara penuh ada dihatinya, pengharapan yg masih harus ia sabarkan.
Sebenarnya lelah memang ia 'menjalani ini'_tak perlu aku detailkan, aku tau kalian mengerti, jika tidak, yasudah biarkan aku menulis begitu. Terjatuh air mata itu dgn sendirinya lantaran letupan secara tiba2, ketika doa dan harapan itu meluap tak terbendung, lantas ia speechles sendiri.
Kau tahu, dia tdk bisa melakukan'nya'terus, lelah hati sebenarnya. .. Dia ingin kelegalan agar ada kelegaan dari berbagai penjuru. Dia benar2 tak bisa melakukan apa2, hanya kelegalan sepertinya yg dapat menghentikan. Akankah Tuhan mengerti?
NB: setiap ada kata yg kutulis begini '.....' sungguh artinya hanya aku dan Tuhan yg tahu, biarkan tetap begitu. Kalian tdk perlu berspekulasi.
Sebenarnya lelah memang ia 'menjalani ini'_tak perlu aku detailkan, aku tau kalian mengerti, jika tidak, yasudah biarkan aku menulis begitu. Terjatuh air mata itu dgn sendirinya lantaran letupan secara tiba2, ketika doa dan harapan itu meluap tak terbendung, lantas ia speechles sendiri.
Kau tahu, dia tdk bisa melakukan'nya'terus, lelah hati sebenarnya. .. Dia ingin kelegalan agar ada kelegaan dari berbagai penjuru. Dia benar2 tak bisa melakukan apa2, hanya kelegalan sepertinya yg dapat menghentikan. Akankah Tuhan mengerti?
NB: setiap ada kata yg kutulis begini '.....' sungguh artinya hanya aku dan Tuhan yg tahu, biarkan tetap begitu. Kalian tdk perlu berspekulasi.
Komentar
Posting Komentar