#16
Weekend kemarin sangat berarti baginya. Waktu yang sangat berharga berada dirumah bersama dengan pangeran kuda putihnya. Ia pun tak mau beranjak disisinya, beraktivitas pun tak mampu, saking berharganya hari itu. Ponselnya pun seolah ingin ia tidak perhatikan, ia merasa muak rasanya mengoperasikan ponselnya sendiri, akibat dari isi-isinya yang membuat alam bawah sadarnya tidak minat. Hari itu bersamanya adalah udara segar yang bersih, menyejukkan hari, hati, diri, dan kepala. Ia hirup dalam dalam udara segar itu tanpa disia siakan.
Andai setiap hari udara segar ini bisa ia hirup dengan bebas.
Kemudian, waktu pun berjalan dan berlalu.
Awal minggu dimulai lagi. Pengulangan yang patut disyukuri, namun sedikit nelangsa juga. Realita hidup yang masih dirasa belum plong harus kembali dihadapi. Si introvert ini harus kembali berpura pura dipanggung sana. Ia harus melakukan apa yang harus dilakukan untuk bertahan hidup. Senyum yang meregang diwajahnya terkadang mulai terasa menyakitkan. Semua memang berjalan dengan baik, namun sesungguhnya ia mempertaruhkan segalanya, dengan selalu berusaha mengingatkan diri sendiri bahwa inilah hal terbaik yang bisa ia lakukan. Walaupun itu bukan karakter dirinya.
Akhir2 ini hujan pun jadi semakin sering turun, merembet di jendela, mengalir sedikit demi sedikit. Entah kenapa, mendung juga terhampar setiap waktu.
Rasanya aku melihat ia terpenjara hati. Dan ingin rasanya membebaskannya.
Ahh benar benar tidak terucap dengan kata atau tulisan.. Segala makna yang ada. Tindakan yang tepatlah yang bisa merubah arti hidup dia yang sebenrnya.
NB: aku hanya bisa bilang sabar.
Komentar
Posting Komentar